Bahasa Indonesia

23 Juli 2009
Kesepakatan
Selama satu tahun kita akan belajar Bahasa Indonesia yang:
  1. Santai dan menyenangkan
  2. Materi teori 30%, praktek 70 %,, antara lain:
    1. Wawancara
    2. Penelitian
    3. Drama
    4. Pembuatan film pendek
    5. Resensi buku
  3. Materi di atas bertujuan untuk melatih rasa percaya diri, disiplin, belajar bertanggung jawab, tidak menunda-nunda waktu, dengan tujuan akhir untuk mengerti siapa sebenarnya diri saya.
Akibat dan kerugian apabila kita tidak mematuhi kesepakatan di atas:
Kerugian Materi (Uang):
Uang Jajan, dll:
- Rp. 20.000 x 300 hari                                                = Rp.  6.000.000,00
Uang Sekolah:
- Rp. 10.000 x 300 hari                                                = Rp.  3.000.000,00
Uang Gaul:
- Rp. 5.000 x 300 hari                                                  = Rp.  1.500.000,00
Biaya Transportasi:
- Rp. 5.000 x 300 hari                                                  = Rp.  1.500.000,00
Total pengeluaran orang tua untuk saya selama
1 tahun                                                                         = Rp. 12.000.000,00

Karena saya 3 bersaudara, maka Rp. 12.000.000,00 x 3 = Rp. 36.000.000,00
Insya Allah saya akan sukses 7 tahun ke depan, jadi total pengeluaran orang tua saya:
Rp. 36.000.000,00 x 7 tahun = Rp. 252.000.000,00


Kesimpulan:
            Setelah 7 tahun ke depan, insya Allah saya akan mendapat pekerjaan yang sangat baik yang saya inginkan. Saya ingin serius dengan pekerjaan sayta, kemudian menjadi orang yang sukses. Orang-orang yang ingin saya bahagiakan pertama kali adalah orang tua saya, karena beliaulah sehingga saya bias menjadi orang yang sukses,. Mereka  yang telah mmebimbing saya, dan mereka sangat sabar merawat dan membesarkan saya selama ini.


==>> Dan tiba-tiba di tengah perjalanan ibu atau ayah meninggal. Masihkah saya bisa membahagiakannya?

Tugas:
Cari jawaban bagaimana cara membahagiakan orang tua jika mereka telah meninggal!

            Saya sangat mencintai kedua orang tua saya. Beliaulah yang melahirkan saya ke dunia ini, merawat saya, membimbing saya, dan mereka jugalah yang pertama kali menegur saya apabila saya melakukan kesalahan.
            Saya tidak bias membayangkan apabila saya hidup tanpa beliau. Namun bila seandainya beliau dipanggil lebih cepat, saya berharap tetap bias membahagiakan beliau, walaupun bukan bahagia di dunia melainkan mencoba membahagiakan beliau di akhirat..
            Saya ingin meneruskan cita-cita saya, kemudian bekerja dengan serius dan menjadi orang yang sukses karena pastinya semua orang tua menginginkan anaknya menjadi orang yang sukses. Selain itu tentunya saya akan mengirimkan amal jariah untuk orang tua saya. Saya akan mengamalkan semua yang telah beliau ajarkan kepada saya, agar ilmu yang diberikan beliau terus berjalan. Saya juga akan rajin memberikan bantuan kepada masjid atau orang-orang yang lain yang membutuhkan atas nama orang tua saya, agar pahalanya menjadi pahala orang tua saya. Tak lupa pula saya senantiasa terus mendoakan beliau, sejak dulu pun saya selalu mendoakan orang tua saya. Insya Allah dengan begitu maka oran tua saya dapat bahagia di sisi-Nya. AMIN.

-------------

30 Juli 2009
Kesuksesan Pertama =D
Kesuksesan pertama saya pada pelajaran Bahasa Indonesia di kelas dua, hari ini, karena saya telah menyelesaikan tugas dari pak guru. Saya mengatakannya sukses karena ada beberapa teman saya yang gagal atau tidak menyelesaikan tugas tersebut, ada juga yang sama sekali tidak membawa buku yang dipakai untuk belajar Bahasa Indonesia. Teman-teman saya yang tidak membawa buku disuruh pulang oleh pak guru untuk mengambil dan membawa bukunya. Teman-teman saya tersebut antara lain Azhry, Emir, Fittri, Desta, Rinal, dan Uli. Ada juga yang tidak mngerjakan tugasnya, antara lain Baldiah, Halima, dan Acos.

Tugas yang duberikan guru saya tersebut adalah menuliskan bagaimana cara saya membahagiakan orang tua saya jika seandainya orang tua saya telah meninggal. Saya mengerjakannya pada hari Jumat malam tanggal 24 Juli 2009 di depan komputer sambil main facebook dan ber-chatting ria dengan teman-teman saya di web smanses. Saya menghabiskan waktu kurang lebih setengah jam untuk menyelesaikan tugas tersebut. Tugas pertama saya tersebut lumayan berat bagi saya karena sebelumnya saya tidak pernah menyangka akan diberikan tugas seunik itu.

Tugas-tugas Bahasa Indonesia dari pak guru dikerjakan di buku harian. Saya merasa sukses juga karena untuk pertama kalinya saya memiliki buku harian dan menuliskan perasaan dan keinginan saya di situ.

Saya senang dan bangga telah menyelesaikan tugas pertama dari pak guru. Walaupun tugas tersebut masih perlu perbaikan, tapi saya merasa lega mengerjakannya.


Tugas:
Download di Internet tentang pengertian wawancara, tujuan wawancara, tahapan-tahapan wawancara, fan contoh pertanyaan wawancara. Dikumpul hari Sabtu tanggal 1 Agustus 2009!

-------------

1 Agustus 2009
Kesuksesan Kedua :)

Kesuksesan kedua saya pada pelajaran Bahasa Indonesia adalah karena saya telah berhasil menyelesaikan tugas kedua, yaitu mencari referensi tentang wawancara di internet. Saya senang karena saya juga ternyata bias mengerjakannya walaupun sambil chat dengan teman-teman dan guru saya di web smanses. Saya juga bahagia karena sata telah belajar untuk tidak menyia-nyiakan waktu walaupun sambil bermain.

==>> Merangkum hasil referensi dari internet:

  1. Pengertian Wawancara
Wawancara dalam istilah lain dikenal dengan interview. Wawancara merupakan suatu metode pengumpulan berita, data, atau fakta di lapangan. Prosesnya bisa dilakukan secara langsung dengan bertatap muka langsung (face to face) dengan narasumber. Namun, bisa juga dilakukan dengan tidak langsung seperti melalui telepon, internet atau surat (wawancara tertulis).
  1. Tujuan Wawancara
Tujuan wawancara secara umum adalah memperoleh sejumlah informasi penting yang dibutuhkan untuk mengukur aspek perilaku tertentu.
  1. Tahapan Wawancara
Tahap Persiapan:
Pada dasarnya, seorang wartawan harus siap setiap saat melakukan wawancara dengan orang lain (narasumber), namun untuk sebuah wawancara yang baik diperlukan persiapan yang baik. Hal-hal yang perlu dipersiapkan antara lain:
·                    Fisik
·                    Mental
·                    Daftar Pertanyaan
·                    Buat Janji
·                    Alat Tulis dan/atau Alat Perekam

Tahap Pelaksanaan
Setelah melakukan persiapan, tahapan selanjutnya adalah melakukan wawancara. Tahapan ini merupakan tahapan penting yang akan dilalui seorang wartawan. Pada tahapan ini, ada beberapa hal yang mesti dilakukan, antara lain:
·                    Datanglah tepat waktu
·                    Perhatikan penampilan
·                    Perkenalkan diri kepada narasumber (khususnya nama dan media tempat tempat wartawan bekerja)
·                    Perkenalkan masalah yang akan ditanyakan, sehingga narasumber tahu alasan dirinya dijadikan narasumber
·                    Mulailah dengan pertanyaan ringan (untuk narasumber yang punya banyak waktu) namun to the point (langsung ke persoalan inti) untuk narasumber tertentu.
·                    Pertanyaan tidak bersifat interogatif atau terkesan memojokkan narasumber, sehingga menjadikan narasumber seperti terdakwa di persidangan.
·                    Hindari pertanyaan yang sifatnya menggurui
·                    Dengarkan dengan baik jawaban yang disampaikan narasumber. Boleh menyela apabila narasumber lari dari topik yang dibicarakan
·                    Jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan baru yang muncul dari penjelasan narasumber. Sebab, hal ini senanitasa terjadi dalam setiap wawancara.
·                    Setelah seluruh pertanyaan diajukan, jangan lupa memberikan kesempatan kepada narasumber untuk menjelaskan hal-hal yang mungkin belum ditanyakan.
·                    Usai wawancara, sampaikan ucapan terima kasih kepada narasumber.


Tugas:
1.      Topik yang akan diwawancarai adalah memahami kehidupan pemulung
2.      Buat daftar pertanyaan sebanyak-banyaknya menggunakan 5W+1H
3.      Bukti wawancara adalah dengan menempelkan foto Anda dengan pemulung
4.      Dikumpul hari Kamis tanggal 6 Agustus pada saat jam pelajaran Bahasa Indonesia!

-------------

~Memahami Kehidupan Pemulung~
Saya                 : Selamat sore Pak, boleh saya bertanya sedikit tentang pengalaman dan profesi Bapak?
Narasumber     : Oh iya iya, silahkan. Mari dimulai langsung saja.
Saya                 : Terima kasih, Pak. Semeblumnya boleh saya tahu nama Bapak?
Narasumber     : Iya boleh saja. Panggilan saya Daeng Sampara’. Orang-orang sudah mengenal saya dengan nama itu.
Saya                 : Oh iya Pak, kalau boleh tahu, apa nama daerah tempat tinggal Bapak?
Narasumber     : Kalau saya tinggalnya di BTN Pao-Pao Permai, rumah saya sangat sederhana dibandingkan rumah tetangga-tetangga yang lain.
Saya                 : Sejak kapan Bapak mulai bekerja mengumpulkan barang-barang bekas?
Narasumber     : Yaaa, sudah lama yah.. Saya sendiri sudah lupa sejak kapan, sudah bertahun-tahun lah.. Sejak saya pindah ke sini dari kampung.
Saya                 : Kenapa Bapak memilih pekerjaan itu?
Narasumber     : Waktu itu saya baru dating dari Bulukumba untuk mengadu nasib di sini, padahal saya tidak memiliki keterampilan apa-apa dan pendidikan saya Cuma sampai SMP. Karena tidak ada lapangan pekerjaan yang menerima saya, saya pun mengambil kepurusan untuk mengumpulkan barang-barang bekas.
Saya                 : Apakah Bapak masih memiliki pekerjaan lain selain itu atau tidak?
Narasumber     : Karena merasa kebutuhan saya belum tercukupi hanya dengan bergantung pada barang-barang bekas, maka sudah 2 tahun ini saya juga membawa becak.
Saya                 : Barang apa yang biasanya Bapak kumpulkan?
Narasumber     : Yaa, barang-barang sejenis plastic, dus, besi…
Sata                 : Penghasilan Anda dihitung per hari, per bulan, atau bagaimana Pak?
Narasumber     : Biasanya saya mengumpulkannya semua selama satu minggu, baru dipilah-pilah, dipisah-pisahkan dulu baru ditimbang.
Saya                 : Kalau begitu, berapa penghasilan Bapak per minggunya?
Narasumber     : Tidak tentu juga, paling banyak dapat seratus ribu lebih lah…
Saya                 : Sekitar pukul berapa biasanya Bapak mulai melakukan pekerjaan itu?
Narasumber     : Biasanya saya mulai sejak jam 7 pagi hingga 10 malam.
Saya                 : Setelah mencari barang bekas, apa selanjutnya yang Anda lakukan?
Narasumber     : Saya mengumpulkannya dulu di rumah, setelah 1 minggu baru saya mengumpulkannya di tempat pembuangan akhir di daerah Sero’, Gowa.
Saya                 : Apakah Bapak tidak malu dengan profesi Bapak?
Narasumber     : Oh tidak.. Pekerjaan saya kan halal.. Kecuali jika pekerjaan saya tidak halal, baru saya malu.
Saya                 : Bagaimana dengan suka dan duka Bapak menjalani pekerjaan ini?
Narasumber     : Yaa namanya juga pekerjaan pasti ada senangnya juga. Senangnya kalau ada barang yang sebenarnya masih bagus tetapi sudah dibuang oleh pemiliknya seperti jam dinding, kan bias diperbaiki lalu dijual lagi… Kalau dukanya, paling jika usaha saya dalam satu minggu hanya dihargai sedikit.
Saya                 : Oh iya Pak, saya rasa begini sudah cukup. Bapak pasti juga ingin melanjutkan pekerjaan. Terima kasih yah, Pak!
Narasumber     : Iya sama-sama nak…

-------------

6 Agustus 2009
Kesuksesan ke-3 saya :)
Assalamu alaikum :)
Hari ini saya akan menceritakan tentang kesuksesan saya yang ketigas. Saya merasa sukses lagi karena saya telah berhasil mengerjakan tugas dari guru saya untuk mewawancarai pemulung.

Saya sangat senang dengan tugas ini, kita dilatik untuk terjun ke lokasi secara langsung, melihat kondisi pemulung tersebut, merasa kebingungan bagaimana caranya memulai wawancara, dan kemudian berhasil memulainya dengan sedikit basa-basi dan kecanggungan.

Setelah wawancara berlangsung, perasaan saya agak sedikit tenang, namun masih tetap merasa canggung. Saya merasa tidak enak menanyakan cukup banyak “impolite questions” yang menurut saya lumayan menyinggung perasaannya sebagai pengumpul barang-barang bekas. Seperti say saya menanyakan suka duka menjalani profesinya, dia sepertinya sangat susah dan berpikir keras untuk menjawab, namun akhirnya berhasil juga dijawabnya.

Saya senang telah menyelesaikan tugas wawancara tersebut. Dengan mewawancarai seseorang, berarti kita telah berperan sebagai wartawan. Saya jadi ingin seperti Pak Jusuf Kalla dan Aksa Mahmud yang sekarang telah sukses menjadi pengusaha, kata guru saya dulunya mereka adalah wartawan di Koran-koran.

Dengan tugas mewawancarai pemulung juga, saya bias lebih memahami hidup orang-orang yang kurang berkecukupan. Mereka tetap bersyukur dengan apa yang mereka miliki dan masih tetap memiliki impian.

-------------

8 Agustus 2009
GAMES
~ WE WORK AS A TEAM ~
Nama                           :  Atika Dwi Kusuma
No. HP                        :  +628114273**
Keinginan/Obsesi          : Merapikan forum smanses yang kurang rapi karena postingan adik-adik kelas satu.
Impian                          :  Saya sangat ingin kuliah di Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi dan menjadi mahasiswa yang berprestasi dan cepat mendapat pekerjaan yang keren.

Nama                           :  Zulkarnaen S. L.
No. HP                        :  +62852998680** / +624118841**
Keinginan/Obsesi          : Saya ingin membeli kendaraan bermotor (Yamaha – Mio)
Impian                          :  Ingin masuk Fakultas Ekonomi dan menjadi orang sukses.

Nama                           :  Sri Ramadhani
No. HP                        :  +62858552797**
Keinginan/Obsesi          : Ingin bertemu Pedrosa
Impian                          :  Ingin ke South Korea

Nama                           :  Azhry Gifari
No. HP                        :  +628857567345**
Keinginan/Obsesi          : Membeli sweater baru
Impian                          :  Menjadi Bassis terbaik

Nama                           :  Surya Abadi
No. HP                        :  +6241125693**
Keinginan/Obsesi          : Ingin membeli motor Kawasaki 4 Tak
Impian                          :  Ingin masuk pelayaran

Nama                           :  Baldiah
No. HP                        :  +62812427301**
Keinginan/Obsesi          : Ingin punya usaha
Impian                          :  Kuliah di UI jurusan HI


KESIMPULAN GAME
- WE WORK AS A TEAM -
Tidak usah berlomba-lomba menjadi terbaik dari yang lain. Tidak usah menganggap teman lain kurang dari kita. Tidak usah pelit berbagi dalam hal pelajaran. Tidak usah merasa diri kita lebih baik dibanding yang lain sesame teman sekelas. Karena sebenarnya impian dan tujuan yang kita kejar juga berbeda-beda jadi teman lain tidak usah dianggap sebagai saingan. Kita sebaiknya saling membantu mengejar impian dan saling menghargai teman.

Tugas:
  1. Mencari pengertian, jenis-jenis Paragraf!
  2. Kumpul dan tempelkan contoh paragraph deduktif, induktif, sebab-akibat, akibat-sebab masing-masing tiga!
  3. Kumpul hari Kamis tanggal 20 Agustus 2009!
  4. Ceritakan pengalaman menyedihkan, menjengkelkan, lucu-lucu, menyenangkan selama porseni!

-------------

Kamis, 20 Agustus 2009
KEGAGALAN PERTAMA SAYA!
YEAH! Saya tidak mengerjakan PR ke-4 saya! Padahal sudah diberi waktu 2 minggu untuk mengerjakannya. Padahal selama hamper 2 minggu itu saya hanya ada PORSENI di sekolah. Sungguh betapa malasnya saya!

Saya sebenarnya ingat, dan setiap haru juga memikirkan PR itu, namun saya terus mengulur waktu untuk mengerjakannya. Setiap hari di sekolah selama PORSENI saya hanya bermain dan bekerja untuk kelas. Pulang sekolah, saya keasyikan ber-online ria. Huduh, anak macam apa saya ini :(

Saya baru berniat mengerjakannya tadi malam, itu juga sudah jam 10 lewat. Padahal tugasnya lumayan banyak. Belum lagi saya sudah sangat mengantuk. Huhuhuhu saya sungguh sangat menyesal. Kenapa saya tidak mengerjakannya dari kemarin-kemarin yaaaahh??? :(((((

Saya sudah sangar putus asa mengerjakannya. Sudah pasti PR ini tidak selesai. Pasti besoknya saya akan mendapat hukuman, selain itu saya juga pasti harus menuliskan KEGAGALAN saya di buku harian ini. Aduh kenapa untuk tugas ini saya malas sekali mengerjakannya?! Padahal untuk tugas lain yang waktunya hanya sedikit, dengan semangat selalu sayakerjakan. Hhhhhfffkkk, saya sendiri bingung dengan sifat saya ini -___-

Hari ini, saya berangkat ke sekolah lebih cepat, berniat mengerjakan lanjutan PR yang saya kerjakan tadi malam. Namun kondisi jalan dari rumah ke sekolah sangat tidak mendukung. Kendaraannya padat sekali, apalagi saya menggunakan angkutan umum -___- Sudah tahu kan, kalau angkutan umum jalannya lama -,-

Sampai di sekolah, Guru Bahasa Indonesia saya, Pak Muslimin, belum dating. Saya mencoba melanjutkan PRnya tapi memang sepertinya tidak akan selesai deh.. Hhhhfffkkk akhirnya saya [asrah karena tangan saya juga sudah tidak mampu menuliskan PR itu. Saya pasrah menerima hukuman, malu juga tidak apa-apalah.

Pak Muslimin pun dating setelah sekitar 15 menit bel masuk ebrbunyi. Beliau mulai menanyakan tentang PR. Dan ternyata di kelas saya tidak ada satu pun teman yang menyelesaikannya. PAsti semuanya akan dihukum. Entah hukuman apa yang akan kami terima.

Tapi alangkah sabar dan baik hatinya Pak Muslimin. Tak seorang pun dari kami yang dihukum. Beliau hanya menyuruh kami menuliskan kegagalan seperti biasanya jika tak mengerjakan PR.

Selagi kami menuliskan kegagalan, beliau bersiul-siul syahdu, lalu mengungkapkan kekecewaanya kepada kami. Saya dapat merasakan betapa kecewanya Pak Muslimin pada kami :’( Sungguh saya sangat menyesal tidak mengerjakan tugas itu :’(

==>> KEAROGANAN <<==
Mulai tanggal 20 Agustus 2009, kesepakatan baru akan muncul:
  1. Yang tidak punya buku pegangan dan LKS setelah libur lebaran, akan dikeluarkan selama 4 bulan sampai Pak Muslimin pergi pada bulan Desember.
  2. Apabila buku pegangan dan LKS sudah ada, peraturan di atas tidak berlaku
  3. Kesepakatan pada halaman awal BATAL!

-------------